Sabtu, 18 Juli 2015

Arus Mudik Meningkat, Feri Sei Puting Kewalahan

Sei Puting - Meningkatnya jumlah kendaraan pada arus mudik tahun 2015 lagi-lagi membuat feri Sei Puting, Tapin kewalahan. Berdasarkan pantauan Kabar-Kalsel pada hari kedua Idul Fitri arus kendaraan justru lebih banyak bergerak dari Marabahan (Batola) ke arah Margasari (Tapin), tahun ini kendaraan yang menggunakan jalan Sei Puting tidak hanya roda dua tetapi juga roda empat (mobil).
Suasana Arus Mudik H+1 di Sei Puting

Tingginya volume arus mudik ini tentu saja membuat feri Sei Puting kewalahan, meski sudah menggunakan armada baru yang berkapasitas lebih besar dan mampu menyeberangkan mobil  serta di bantu satu feri kecil khusus sepeda motor nyatanya tetap tidak mampu secara efektif melayani pemudik. Alhasil, ratusan sepeda motor dan belasan mobil harus mengantri hingga dua jam untuk bisa menyebrang.

Membludaknya kendaraan arus mudik lebaran di jalur ini memang terjadi setiap tahun, namun entah mengapa selalu saja pihak terkait seakan tidak berkutik dan menemui jalan buntu untuk dapat menemukan solusinya.

Peningkatan volume kendaraan yang melalui jalur Sei Puting di tahun 2015 ini diperkirakan karena akses jalan yang sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Serta kondisi cuaca yang panas dalam beberapa pekan terakhir sehingga pengguna jalan tidak khawatir mengalami amblas pada daerah yang masih belum di aspal dan belum di lakukan pengerasan.


Kamis, 09 Juli 2015

Jembatan Tanah Bumbu - Pulau Laut Akan Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

Jembatan Suramadu yang memiliki panjang 5.438 m dan saat ini memegang rekor jembatan terpanjang di Indonesia sepertinya akan di gantikan oleh Jembatan Tanah Bumbu- Pulau Laut yang memiliki panjang kurang lebih 6,4 kilometer.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan antara daratan kalimantan Tanah Bumbu dengan daratan Pulau laut Kabupaten Kotabaru mulai dilaksanakan Rabu (8/7/2015). Peletakan batu pertama Yang di lakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, dilaksanakan di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.

Jika sesuai target, rencananya jembatan yang menghabiskan dana sekitar 3,5 triliyun yang bersumber dari dana sharing antara,  APBN, APBD Kalsel, APBD Tanah Bumbu dan APBD Kotabaru akan selasai dalam dalam kurun waktu lima tahun atau sekitar tahun 2020 nanti.

Mardani H Maming berharap dibangunnya jembatan yang juga merupakan cita-citanya sejak kecil ini dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat. 

“Kami mengaprsiasi dan akan terus mendukung pembangunan jembatan ini. Waktu kecil, cita-cita saya dan mimpi sebagian besar masyarakat Tanah Bumbu ada jembatan penghubung, alhamdulillah tak lama lagi hal ini akan terwujud,” kata Mardani H Maming.

Sabtu, 04 Juli 2015

Sejarah Sultan Sulaiman Rahmatullah

Sultan Sulaiman Rahmatullah, mendapat gelar Sultan Muda atau Pangeran Ratu Sultan Sulaiman sejak tahun 1767 ketika berusia 6 tahun. Dibantu oleh adiknya yaitu Pangeran Mangku Dilaga/Pangeran Ismail dengan gelar Ratu Anom Mangku Dilaga/Ratu Anom Ismail sebagai mangkubumi (dihukum bunuh karena merencanakan kudeta), Sultan Sulaiman digantikan anaknya Sultan Adam. Keturunannya menjadi Sultan Banjar dan raja-raja Kusan, Batulicin dan Pulau Laut. Hindia Belanda jatuh ke tangan Inggris, tetapi Inggris melepaskan kekuasaannya di Banjarmasin. Kemudian Hindia Belanda datang kembali ke Banjarmasin untuk menegaskan kekuasaannya.

Sultan Sulaiman bin Sultan Tahmidillah adalah Raja Banjar ke-19 menurut zaman Hindu atau Sultan Banjar ke-11 menurut zaman Islam.

Sultan Sulaiman Rahmatullah memerintah sejak tahun 1808-1825 M, selama kurang lebih 17 tahun. Kesultanan Sulaiman juga tidak diakui oleh Belanda sebagai Sultan Banjar 11. Malah pihak Belanda memaksa beliau untuk menebus perjanjian antara Wiranata (Sultan Sulaiman Saidullah) dengan Belanda.

Pada tanggal 9 September 1809, Sultan Sulaiman menyerahkan intan miliknya 26 Karat ditaksir sekitar sekitar Fl 50.000 atau setara dengan 25.000 real kepada utusan khusus Gubernur Jenderal Belanda di Batavia (HW Daendels) sebagai alat penukar untuk mengambil alih kepemilikan atas benteng-benteng Belanda yang ada di Pulau Tatas (Banjarmasin) dan di Pantai Tabonio (Syamsuddin, 2001:82).

Pusat pemerintahan atau Keraton Kerajaan Banjar pada masa pemerintahan beliau dipindahkan ke Karang Anyar Karang Intan, namun menurut pendapat masyarakat disini Letak Keraton di Desa Sungai Basar sebelum Desa Bi'ih dengan Nama "Karang Keraton".

Sultan Sulaiman wafat pada tahun 1825 M dan dimakamkan di Desa Lihung Kecamatan Karang Intan, sampai saat ini makam beliau tetap terpelihara oleh Masyarakat disana terletak sekitar 20 meter di pinggir sungai Karang Intan, dulu kubah makam beliau berbentuk Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi sekarang dibuat beton dengan bentuk kubah mesjid disini banyak orang menyebut makam beliau makam Datu Keramat.

Di Desa Lihung sekitar kubah beliau banyak terdapat Rumah-Rumah Adat Banjar yang masih dapat dilihat bila melewati desa ini yaitu Rumah Adat Banjar Balai Bini yang berada di dekat samping makam Sultan Sulaiman dan Rumah Adat Palimasan dempet dua (Palimasan Kambar), menurut cerita orang tua disana dulunya banyak terdapat Rumah Adat disana tetapi karena terjadi kebakaran di tahun 1970an banyak menghanguskan rumah-rumah disana. Sekarang di Karang Intan berdiri Madrasah Aliyah yang menggunakan nama beliau yaitu Madrasah Aliyah Sultan Sulaiman.


Sumber : Di kutip dari thread akun Rusman Suryanata Effendi
https://www.facebook.com/Rusman.eff/posts/996867550337023:0

Jumat, 15 Mei 2015

Kecelakaan Maut BPK Pendawa 1 Meninggal Dunia

Kabar Kalsel - Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan BPK beredar melalui jejaring sosial, kali ini kecelakaan maut tersebut menimpa mobil BPK Pandawa yang dikendarai Mustafa. Sang sopir dikabarkan meninggal ditempat sedangkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan kerumah sakit.
Foto Korban Kecelakaan BPK Pendawa

Foto Mobil BPK Pandawa Yang Mengalami Kecelakaan

Mobil Nahas yang mengalami kecelakaan

Berdasarkan keterangan pemilik akun facebook Irfan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 2 waktu setempat. Kabar duka ini pun langsung menyebar dan mendapat simpati dari masyarakat khususnya HST, Tanjung dan Sekitarnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT dan korban luka-luka segera mendapat kesembuhan, Aamiin !.

Foto-foto : dari akun Irfan Maulana

Rabu, 13 Mei 2015

Foto Batu dan Video Batu Akik Raksasa di Loksado Hebohkan Indonesia

Kabar kalsel - Foto dan Video Batu akik raksasa berdiameter kurang lebih 1 meter dengan diperkirakan lebih dari 1 ton yang ditemukan warga di Sungai Amandit di kawasan wisata Loksado tak hanya menghebohkan warga Kalsel tetapi juga membuat penggemar akik di Indonesia tercengang.
Penemuan Batu Akik Raksasa di Loksado, Kalimantan Selatan

Video batu akik raksasa berwarna merah hati tersebut masih diklarifikasi jenisnya, dari video yang ditayangkan oleh viva.co.id, Batu akik tersebut ditemukan oleh warga sekitar dengan menggalinya secara berkelompok (6 orang).

Kini daerah sekitar lokasi ditemukannya batu akik tersebut ramai di datangi warga untuk mencari batu mulia atau batu akik. 

Penemuan batu akik raksasa ini sebaiknya tidak hanya disikapi dengan euphoria, tatapi juga harus diantisipasi dampak negatifnya. Fenomena penemuan batu akik bisa saja membuat warga yang saat ini demam akik lupa akan kelestarian alam khususnya bantaran sungai amandit yang masih berada di lokasi wisata Loksado.

Bagaimanapun keberadaan Wisata Loksado jauh lebih penting untuk dijaga keasrian dan daya tariknya. Karena merupakan salah satu ikon wisata provinsi Kalimantan Selatan yang tidak hanya dikenal oleh wisatawan dalam negeri tetapi juga mancanegara.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Perjalanan Wisata