Selasa, 29 Desember 2015

Syarat Untuk Mendapatkan Gaji ke 14 (Tunjangan Hari Raya)

Perhatian pemerintah terhadap PNS khususnya guru semakin ditingkatkan, hal tersebut tampak dengan diberikannya berbagai tunjangan di luar gaji pokok pegawai yang bersangkutan. Adapun pemberian tunjangan-tunjangan tersebut diharapkan dapat mendongkrak semangat dan kinerja para abdi negera tersebut.

Berikut ini Pernyataan dari Menteri PAN RB bahwa PNS tahun 2016 akan mendapat gaji ke 14 atau tunjangan hari raya (THR), tapi dengan persyaratan kinerja PNS harus meningkat. Jangan hanya mau gaji saja tapi kinerja tidak berubah ujarnya.

Mulai tahun depan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) termasuk PNS, akan mendapatkan tunjangan gaji ke-14. Dengan demikian, PNS akan semakin sejahtera karena menerima tunjangan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja, pemerintah meminta harus ada timbal balik dari PNS.

Menteri Yuudy : “Tahun depan gaji ke-14 mulai diberlakukan, tapi PNS juga harus meningkatkan kinerjanya. Jangan hanya menuntut kesejahteraan ditingkatkan, sementara kinerja malah turun.
Guru besar Fisip Unas ini juga menyoroti ‎budaya kerja PNS yang menganut sistem asal bapak senang. Budaya ini dinilai tidak layak diberlakukan di era revolusi mental. “Setiap PNS harus punya

kinerja dan hasil yang jelas. Jadi bukan karena asal bapak senang saja,” ujarnya.
Bagi menteri Yuddy, budaya asal bapak senang merusak mental PNS. Sebab PNS jadi terbiasa cari muka ke atasan.

“Dulu cari jabatan gampang saja, dekat-dekat dengan atasan pasti diberi. Sekarang bukan zamannya lagi, yang bisa punya jabatan hanya PNS yang punya kompetensi dan berintegritas tinggi,” ucapnya.
Jadi Tunjangan Hari raya ini akan diberikan  sesuai dengan kinerja PNS. Oleh karena itu kami harapkan sobat PNS lebih semangat kerja karena pemerintah saat ini sanagt memperhatikan anda, sampai Gaji 14 yang baru pertama kali dalam sejarah dapat THR.
Jika tunjangan gaji ke-13 diberikan saat jelang tahun ajaran baru, tunjangan gaji ke-14 akan diberikan kepada PNS saat menjelang hari raya sebagai THR (tunjangan hari raya). Jumlahnya sebesar gaji satu bulan.

Sumber: fajar.co.id

Kamis, 08 Oktober 2015

Rumah Baru untuk BEN, Bekantan Korban Kebakaran Sungai Rutas Tapin

Kabar Kalsel - Ben, Bekantan muda yang merupakan salah satu korban kebakaran hutan di Sungai Rutas Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan akhirnya dilepasliarkan kemaren sore di Pulau Bakut (Senin, 8/10/2015).
pelepasliaran Bekantan di pulau bakut

Sebelumnya, Ben sempat dirawat dan direhabilitasi oleh Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) selama dua Minggu karena luka bakar dan trauma yang dialaminya. Bekantan yang diperkirakan berumur sekitar dua tahunan ini berhasil di evakuasi dari kebakaran hutan oleh Bekantan Wildlife Rescue, tim khusus SBI pada 22 September 2015.

Selain Ben, diduga ada tiga Bekantan lainnya yang juga menjadi korban kebakaran hutan di Sungai Rutas, bahkan nasibnya jauh lebih mengenaskan karena mereka tidak bisa menyelamatkan diri dan mati terpanggang.

Pelepasliaran sendiri dilakukan di TWA Pulau Bakut oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan bersama Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan Pertamina. Pulau Bakut sendiri adalah salah satu delta yang terletak di Sungai Barito yang dicanangkan sebagai pusat rehabilitasi dan pelestarian Bekantan.  

sahabat bekantan indonesia
Amalia Rezeki ketua Sahabat Bekantan Indonesia merasa bersyukur kondisi Ben, cepat membaik baik dari segi luka fisik maupun trauma pasca kebakaran sehingga bisa segera dilepasliarkan.

"Saat ditemukan Ben kondisinya mengalami luka bakar. Alhamdullilah, setelah dilakukan perawatan selama dua minggu kondisinya sudah dinyatakan sehat secara medis. Dan hari ini dilepasliarkan", ujarnya.

Pelepasliaran Bekantan yang diberi nam Ben ini adalah yang ke enam kalinya. Sebelumnya SBI dan BKSDA juga telah me release beberapa bekantan yang di antaranya  Kevin, Atak, Diang, dan Lestari.

Sabtu, 18 Juli 2015

Arus Mudik Meningkat, Feri Sei Puting Kewalahan

Sei Puting - Meningkatnya jumlah kendaraan pada arus mudik tahun 2015 lagi-lagi membuat feri Sei Puting, Tapin kewalahan. Berdasarkan pantauan Kabar-Kalsel pada hari kedua Idul Fitri arus kendaraan justru lebih banyak bergerak dari Marabahan (Batola) ke arah Margasari (Tapin), tahun ini kendaraan yang menggunakan jalan Sei Puting tidak hanya roda dua tetapi juga roda empat (mobil).
Suasana Arus Mudik H+1 di Sei Puting

Tingginya volume arus mudik ini tentu saja membuat feri Sei Puting kewalahan, meski sudah menggunakan armada baru yang berkapasitas lebih besar dan mampu menyeberangkan mobil  serta di bantu satu feri kecil khusus sepeda motor nyatanya tetap tidak mampu secara efektif melayani pemudik. Alhasil, ratusan sepeda motor dan belasan mobil harus mengantri hingga dua jam untuk bisa menyebrang.

Membludaknya kendaraan arus mudik lebaran di jalur ini memang terjadi setiap tahun, namun entah mengapa selalu saja pihak terkait seakan tidak berkutik dan menemui jalan buntu untuk dapat menemukan solusinya.

Peningkatan volume kendaraan yang melalui jalur Sei Puting di tahun 2015 ini diperkirakan karena akses jalan yang sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Serta kondisi cuaca yang panas dalam beberapa pekan terakhir sehingga pengguna jalan tidak khawatir mengalami amblas pada daerah yang masih belum di aspal dan belum di lakukan pengerasan.


Kamis, 09 Juli 2015

Jembatan Tanah Bumbu - Pulau Laut Akan Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

Jembatan Suramadu yang memiliki panjang 5.438 m dan saat ini memegang rekor jembatan terpanjang di Indonesia sepertinya akan di gantikan oleh Jembatan Tanah Bumbu- Pulau Laut yang memiliki panjang kurang lebih 6,4 kilometer.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan antara daratan kalimantan Tanah Bumbu dengan daratan Pulau laut Kabupaten Kotabaru mulai dilaksanakan Rabu (8/7/2015). Peletakan batu pertama Yang di lakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, dilaksanakan di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.

Jika sesuai target, rencananya jembatan yang menghabiskan dana sekitar 3,5 triliyun yang bersumber dari dana sharing antara,  APBN, APBD Kalsel, APBD Tanah Bumbu dan APBD Kotabaru akan selasai dalam dalam kurun waktu lima tahun atau sekitar tahun 2020 nanti.

Mardani H Maming berharap dibangunnya jembatan yang juga merupakan cita-citanya sejak kecil ini dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat. 

“Kami mengaprsiasi dan akan terus mendukung pembangunan jembatan ini. Waktu kecil, cita-cita saya dan mimpi sebagian besar masyarakat Tanah Bumbu ada jembatan penghubung, alhamdulillah tak lama lagi hal ini akan terwujud,” kata Mardani H Maming.

Sabtu, 04 Juli 2015

Sejarah Sultan Sulaiman Rahmatullah

Sultan Sulaiman Rahmatullah, mendapat gelar Sultan Muda atau Pangeran Ratu Sultan Sulaiman sejak tahun 1767 ketika berusia 6 tahun. Dibantu oleh adiknya yaitu Pangeran Mangku Dilaga/Pangeran Ismail dengan gelar Ratu Anom Mangku Dilaga/Ratu Anom Ismail sebagai mangkubumi (dihukum bunuh karena merencanakan kudeta), Sultan Sulaiman digantikan anaknya Sultan Adam. Keturunannya menjadi Sultan Banjar dan raja-raja Kusan, Batulicin dan Pulau Laut. Hindia Belanda jatuh ke tangan Inggris, tetapi Inggris melepaskan kekuasaannya di Banjarmasin. Kemudian Hindia Belanda datang kembali ke Banjarmasin untuk menegaskan kekuasaannya.

Sultan Sulaiman bin Sultan Tahmidillah adalah Raja Banjar ke-19 menurut zaman Hindu atau Sultan Banjar ke-11 menurut zaman Islam.

Sultan Sulaiman Rahmatullah memerintah sejak tahun 1808-1825 M, selama kurang lebih 17 tahun. Kesultanan Sulaiman juga tidak diakui oleh Belanda sebagai Sultan Banjar 11. Malah pihak Belanda memaksa beliau untuk menebus perjanjian antara Wiranata (Sultan Sulaiman Saidullah) dengan Belanda.

Pada tanggal 9 September 1809, Sultan Sulaiman menyerahkan intan miliknya 26 Karat ditaksir sekitar sekitar Fl 50.000 atau setara dengan 25.000 real kepada utusan khusus Gubernur Jenderal Belanda di Batavia (HW Daendels) sebagai alat penukar untuk mengambil alih kepemilikan atas benteng-benteng Belanda yang ada di Pulau Tatas (Banjarmasin) dan di Pantai Tabonio (Syamsuddin, 2001:82).

Pusat pemerintahan atau Keraton Kerajaan Banjar pada masa pemerintahan beliau dipindahkan ke Karang Anyar Karang Intan, namun menurut pendapat masyarakat disini Letak Keraton di Desa Sungai Basar sebelum Desa Bi'ih dengan Nama "Karang Keraton".

Sultan Sulaiman wafat pada tahun 1825 M dan dimakamkan di Desa Lihung Kecamatan Karang Intan, sampai saat ini makam beliau tetap terpelihara oleh Masyarakat disana terletak sekitar 20 meter di pinggir sungai Karang Intan, dulu kubah makam beliau berbentuk Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi sekarang dibuat beton dengan bentuk kubah mesjid disini banyak orang menyebut makam beliau makam Datu Keramat.

Di Desa Lihung sekitar kubah beliau banyak terdapat Rumah-Rumah Adat Banjar yang masih dapat dilihat bila melewati desa ini yaitu Rumah Adat Banjar Balai Bini yang berada di dekat samping makam Sultan Sulaiman dan Rumah Adat Palimasan dempet dua (Palimasan Kambar), menurut cerita orang tua disana dulunya banyak terdapat Rumah Adat disana tetapi karena terjadi kebakaran di tahun 1970an banyak menghanguskan rumah-rumah disana. Sekarang di Karang Intan berdiri Madrasah Aliyah yang menggunakan nama beliau yaitu Madrasah Aliyah Sultan Sulaiman.


Sumber : Di kutip dari thread akun Rusman Suryanata Effendi
https://www.facebook.com/Rusman.eff/posts/996867550337023:0

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Perjalanan Wisata